Teknologi Starlink Indonesia
Teknologi Starlink Indonesia memanfaatkan jaringan satelit orbit rendah (LEO) yang ditempatkan dalam jumlah besar untuk menciptakan cakupan global dengan latensi rendah.
Pendekatan ini berbeda dengan sistem satelit konvensional yang umumnya menggunakan orbit geostasioner (GEO) seperti yang dibahas pada perbandingan satelit LEO dan GEO.
Arsitektur Jaringan Starlink
Setiap terminal pengguna terhubung langsung ke satelit terdekat, kemudian diteruskan ke stasiun bumi (gateway) yang terhubung ke jaringan internet global. Dengan jarak orbit yang lebih dekat, waktu tempuh sinyal menjadi jauh lebih singkat.
Keunggulan Teknis
- Latensi rendah untuk aplikasi real-time
- Kinerja stabil di wilayah tanpa infrastruktur darat
- Fleksibel untuk darat dan laut
- Dapat digunakan untuk kebutuhan profesional
Implementasi di Indonesia
Untuk penggunaan skala korporasi, pemerintahan, dan proyek remote, teknologi Starlink biasanya diintegrasikan bersama sistem jaringan profesional. Beberapa mitra di Indonesia, termasuk Leosatelink , menyediakan layanan integrasi dan manajemen jaringan berbasis Starlink.