Perbandingan Starlink Retail (B2C) dan Enterprise (B2B)

Perbandingan Starlink Retail dan Enterprise di Indonesia

Starlink di Indonesia hadir dalam dua pendekatan utama, yaitu Starlink Retail (B2C) untuk pengguna individu dan Starlink Enterprise (B2B) untuk kebutuhan korporasi serta instansi pemerintahan. Keduanya menggunakan jaringan satelit LEO yang sama, tetapi menawarkan karakter layanan yang sangat berbeda.

Halaman ini membahas perbandingan Starlink Retail dan Enterprise secara teknis dan komersial agar perusahaan dapat memilih solusi konektivitas yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional jangka panjang.

Karakteristik Starlink Retail (B2C)

Starlink Retail menyasar pengguna individu dan usaha kecil yang membutuhkan akses internet cepat di lokasi terbatas infrastruktur fiber atau BTS.

Karakteristik Starlink Enterprise (B2B)

Starlink Enterprise melayani kebutuhan konektivitas skala besar dengan fokus pada stabilitas, kontrol jaringan, dan kepastian performa.

Perbedaan Utama B2C dan B2B

Aspek Starlink Retail (B2C) Starlink Enterprise (B2B)
Target Pengguna Individu & UMKM Corporate & Pemerintahan
Bandwidth Best effort Custom sesuai kebutuhan
Quota Tergantung kebijakan layanan Unlimited tanpa FUP
SLA Tidak tersedia Tersedia
Support Standar 24 jam

Keunggulan Starlink Enterprise melalui Mitra Lokal

Di Indonesia, layanan Starlink Enterprise berjalan melalui mitra resmi yang memiliki manajemen bandwidth mandiri. Skema ini memungkinkan penyedia seperti Leosatelink memberikan kontrol penuh atas kualitas layanan.

Kapan Harus Memilih Enterprise?

Perusahaan sebaiknya memilih Starlink Enterprise saat operasional membutuhkan koneksi stabil untuk sistem ERP, cloud, CCTV, SCADA, atau layanan publik yang tidak boleh terganggu.

Pendekatan ini memastikan konektivitas tetap konsisten di lokasi terpencil, area tambang, perkebunan, pelabuhan, hingga proyek nasional.

Baca Juga

Chat WhatsApp Starlink Enterprise