Perbedaan Satelit LEO dan GEO
Dalam dunia komunikasi satelit, terdapat dua jenis orbit utama yang sering dibandingkan: Low Earth Orbit (LEO) dan Geostationary Orbit (GEO). Keduanya memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda.
Satelit GEO
Satelit GEO berada pada ketinggian sekitar 36.000 km dan bergerak mengikuti rotasi bumi. Posisi ini membuat satelit tampak diam dari permukaan bumi, namun menghasilkan latensi tinggi.
Satelit LEO
Satelit LEO mengorbit lebih dekat ke bumi, sehingga waktu tempuh sinyal lebih singkat dan respons koneksi lebih cepat. Inilah dasar teknologi internet satelit LEO.
Perbandingan Latensi dan Performa
Latensi satelit GEO bisa mencapai 600 ms, sedangkan LEO jauh lebih rendah. Hal ini membuat LEO lebih cocok untuk aplikasi modern seperti video call, VPN, dan sistem cloud.
Relevansi untuk Indonesia
Wilayah kepulauan Indonesia sangat diuntungkan oleh satelit LEO karena fleksibilitas dan kecepatan implementasinya.
Integrasi Layanan Profesional
Untuk penggunaan korporasi dan pemerintahan, integrasi sistem LEO sering ditangani oleh mitra seperti Leosatelink.
Artikel Terkait